Wisata Kuliner Food & Restaurant Depot Sabat Jaya

Hujan yang mengguyur Surabaya, tidak mengurungkan niat kami untuk mencoba salah satu PKL yang cukup ramai di tempat Kendangsari. Depot Saba...

Hujan yang mengguyur Surabaya, tidak mengurungkan niat kami untuk mencoba salah satu PKL yang cukup ramai di tempat Kendangsari. Depot Sabat Jaya namanya. Waktu kami datang, depot ini sudah ramai dengan pembeli yang dominan yaitu dari etnis Tionghoa. Ya terang saja wong Depot Sabat Jaya ini seorang jago kuliner Chinese. Tenda PKL ini nempel dengan tembok Kantor Telkom Kendangsari (dekat dengan traffic light yang dari arah Tenggilis)

Depot Sabat Jaya
Kokonya baik lho. Waktu itu Depot Sabat Jaya ini dikepung genangan air, tidak mengecewakan lah semata kaki. Nah, si koko yang baik hati ini pribadi sibuk menata watu bata untuk jalan setapak pengunjung semoga kakinya tidak perlu becek-becek. Salut deh! Memang tempat Depot Sabat Jaya ini kurang begitu anggun (kalau hujan, niscaya banjir).

Menu yang ditawarkan depot ini tidak mengecewakan banyak. Berikut fotonya:


 
Menu Sabat Jaya Masakan Tionghoa
Berhubung kami hanya tiba berdua, maka kami pesan bistik kakap saja dan nasi putih 2 porsi. Memang kuliner disini harganya tidak mengecewakan setara dengan restoran, tapi jangan ditanya dilema porsinya. Wih... jumbo-jumbo banget!

Lihat nih porsi mi goreng yang kami bungkus.


Bakmi Goreng Sabat Jaya
Harusnya jika kesini, bawa pasukan yang banyak. Biar dapat pesan sajian yang beragam. Lha jika berdua menyerupai kami? Mau pesan sajian lebih dari satu takutnya malah tidak habis --"

Pesanan kami tiba nih. Bistik kakap! Untuk bistik kakapnya tidak terlalu jumbo sih porsinya. Mungkin yang jumbo-jumbo itu hanya berlaku untuk bihun, mi, dan nasi-nasiannya saja. Untuk lauk menyerupai bistik ini porsinya normal.

Bistik Kakap

Bistiknya enak, renyah, tepungnya tidak terlalu banyak, dan dalamnya terasa sekali daging kakapnya. Fillet kakapnya besar-besar sih! Tapi nilai minusnya yaitu kuah asam manisnya kurang banyak. Udah sedikit, kental banget lagi. Semakin tidak terasa jika dimakan sama nasi. Rasanya waktu itu kami ingin bungkus saja bistiknya terus hingga rumah masak kuah asam manis sendiri.

Kalau mi gorengnya enak! Potongan ayamnya juga besar-besar. Tidak mengecewakan deh pokoknya. Mi gorengnya juga tidak mengandung banyak minyak goreng. Ini poin plusnya. Saking banyaknya mi goreng ini, keluarga saya di rumah yang berjumlah 5 orang tidak mampu menghabiskannya dan alhasil dimasukin kulkas trus diangetin lagi besok pagi untuk sarapan :p

Suasana di dalam tenda PKL

Related

surabaya food 1549895032978038931

Hot in week

Recent

Comments

item