Wisata Kuliner Food & Restaurant Ceker Setan Malang

Malam Minggu, sehabis aku makan di Ayam Goreng Jogjakarta , aku muter-muter kota Malang dan melewati beberapa daerah nongkrong yang sedang ...

Malam Minggu, sehabis aku makan di Ayam Goreng Jogjakarta, aku muter-muter kota Malang dan melewati beberapa daerah nongkrong yang sedang ramai. Tapi aku sedang tidak mood untuk sekedar nongkrong cantik. Toh di Surabaya juga banyak cafe-cafe menyerupai itu. Maka aku pun browsing, makanan apa ya yang khas Malang dan yang sedang heitz tentu saja.

Ah yaaa!! Saya ingat teman KKN aku pernah bilang ada ceker yang super pedas di Malang dan buka hanya dikala vampir mulai bangkit alias malam hari. Berhubung sudah pukul 10 malam maka aku pun meluncur ke Jl. Jakarta. Pertama kali lewat Jl. Jakarta, hmmm kok sepi yaa mana yang jual nih, pikirku. Berhubung ini gres yang pertama mencoba, aku tidak tahu bentuk si ceker setan ini warung atau gerobak biasa pinggir jalan??


Tidak menyerah, kami pun balik lagi lewat Jl. Jakarta untuk yang kedua kalinya. Saat itu aku curiga ada puluhan kendaraan beroda empat berderet-deret rapi di sekitar minimarket (entah alfamart atau indomaret). Ngapain nih kendaraan beroda empat luar kota banyak parkir disini? Saya pun ikutan parkir akhirnya. Turun dari kendaraan beroda empat aku masuk ke minimarket itu untuk numpang pipis.

Dan taunyaaa, gerobak ceker setan itu ada persis di depan minimarket ini. Ealaah ternyata mobil-mobil parkir dan orang-orang yang bergerumbul ini lagi nungguin si ceker ayam toh batinku. Ibu-ibu yang jualan ceker masih sibuk menata lapaknya tapi orang-orang yang ingin beli sudah menyemut menyerupai orang antri sembako.

Orang-orang mengerubung gerobak Ceker Setan
Diberi tahu oleh bapak parkir yang baik hati, aku eksklusif mengambil nomor antrian yang ada di atas gerobak si ceker. Waktu itu aku sanggup nomer 24. Gila nih ceker enaknya kayak apa sih sampai-sampai yang beli kudu ambil nomer antrian???

Setelah si ibu dua orang itu siap melayani, IBU 1 pun berteriak.. SATUUUU..


Pembeli yang sanggup nomer 1 eksklusif menyebutkan pesanannya. Ceker 10, Sayap 5, Nasi 2, Teh Anget 2. IBU 1 eksklusif pencet-pencet kalkulator dan memberitahu nominal yang harus dibayar kemudian dengan sigap mengambil ceker dan sayapnya dari panci super duper besar yang terletak di belakangnya. IBU 2 bertugas menata nasi + bikin minum + mengareti plastik ceker yang dibawa pulang.

Begitu seterusnya hingga datang nomer 24..... Tibalah giliran saya. Saya pesan ceker 10 dan sayap 2 bawa pulang. Setelah bayar cus aku pulang dan membuka plastikan ceker merah darah ini di rumah.


Baunya tidak terlalu sedap. Aneh. Bau cabai malah yang lebih dominan. Warna kuahnya horor banget deh, sebelum makan udah dibentuk merinding duluan.


Sambil nonton tv, aku cuil jari ceker satu, kemudian aku makan. MAAAK!! Rasanya luar binasa pedasnya. LUAR BINASA. Yang bakal BINASA aku bukan cekernya. SUMPAH ini parah banget pedesnya. GILA -__-

Menurut aku ini makanan bukan untuk dimakan, tapi dibikin buat ngeracun orang. Atau buat obat pencahar ini cocok. Pedesnya ga wajar. Rasa cekernya kalah sama rasa cabenya. Mana mahal pula satu potong ceker harganya Rp 1.500,00. 


EMPAT KATA BUAT CEKER SETAN : KAPOK DATANG KESINI LAGI.

Related

surabaya food 4752082767247458324

Hot in week

Recent

Comments

item